Saturday, 19 December 2009
Melepas Dendam
Sebungkus digenggam
Saat-saat melepas dendam
Setahun lalu ia adalah batu terpendam
Mendekam dalam kebisuan ribuan malam
Saat dimana cintanya hilang dan dibuang
Ia terdiam sejenak dalam tarikan nikmat kebisuan
Menerawang jauh dan sekali lagi melepas beban
Tak hendak ia berkelana lagi dalam dendam
Ia hanya ingin melanjutkan kehidupan...
Thursday, 17 December 2009
Love Is Grazy
Aku Baru Menyadari
Saat lelah ini makin mendera
Dan kau tak ada di sampingku
Ternyata ...
Aku tak terbiasa tanpamu
Tolong kembali padaku
Walau baru saja aku menyadari
(Woiiii .... yang ambil bantalku siapa????)
Berharap

Aku berharap setiap orang bisa memahamiku
Mengerti betapa aku terjebak disini
Dalam pusaran rutinitas yang membuat jemu
Membuatku kehilangan, bahkan diriku
Aku berharap semua ini berlalu
Agar aku bisa memahami orang disekelilingku
Mengerti betapa mereka juga ingin disapa
Dan jauh dari sikapku yang membuat jemu
BooM
Muak rasanya mendengarmu bicara
Atas nama surgaku Indonesia, demi dirimu
Emosiku meledak dan meluap
Melihatmu bertitah ke penjuru nusantara dengan retorika
Senjata sihir yang melelapkan
Emosiku meledak dan membuncah dan meluap
Menggugatmu yang sibuk dengan pesona
Namun tak mampu menyelamatkan nyawa yang tersia
(Simpati terdalam untuk seluruh korban peledakan bom Jakarta)
Anak Manusia

Membuat hidup anak manusia terseret dalam pilu kekelaman
Tangan-tangan kecil itu menengadah sambil tersenyum
Sesekali melambaikan tangan ke arah penumpang gelap
Mereka lahir sebagai anak manusia
Kaki-kaki kecil itu berlari tanpa alas kaki
Sekali lagi menengadahkan tangan minta perhatian
Berharap mendapat selembar ribuan
Untuk makan ... Untuk kawan ... Untuk setoran
Mereka masih anak manusia
Anak Jalanan
Malam kini menjelang hilang
Tersimpan padamu segudang kenang
Anak-anak jalanan yang terbuang
Jalanan kota kapan kan tenang?
Pagi hari merenggut ketenanganmu semalam
Dari peraduan mereka menjelang
Hari-hari hidup di jalanan
Jalanan kota Semarang.
Bius Gender
Dari ujung rambut mengalirkan swarga hingga ujung kaki
Semua tak akan kau sadari
Jangan pertontonkan keindahanmu padaku
Seperti sebuah tontonan murahan di jalanan
Sebab keindahanmu wanita telalu berharga
Berjalanlah dengan keindahanmu
Jangan umbar seturut hasrat para penikmat
Meliukkan tubuh selaras dentuman musik
Dan kehilangan harga diri di tengah panik
Berjalanlah layaknya seorang wanita
Dengan sejuta keindahannya yang berharga
Tetap Tegar
Kehilangan arah dan mengeluh
Hanya karna setiap mata memandangmu rapuh
Hanya karna setiap mulut menganggapmu ternoda
Jangan kehilangan dirimu
Tetap tegar dan yakin melangkah
Usah peduli pada setiap kata yang melemahkanmu
Abaikan mata yang memandangmu hina
Hanya kamu yang tahu
Hanya Dia yang Maha Tahu
Mereka tak akan pernah tahu!
Melangkahlah
Mungkin bukan takdirmu di sisiku
Keheningan malam dan ribuan bintang
Biar menjadi penawar rasa cintaku padamu
Melangkahlah jauh ke depan
Dimana engkau kan menemukan teman
Yang menyayangimu lebih dariku
Yang mengerti seluruh egomu lebih dariku
Melangkahlah jauh ke depan
Usah hiraukan seluruh rasa sayangku
Dan biarkan kunanti kabarmu dari sana
Dengan sekuncup senyuman di tiap kisahmu
YOU DOES
Sebab darimu semua berawal kesusahan
Martabat yang berharga kau obral demi dirimu
Lupa nyiur akan akarnya
Berpalinglah sebab rasanya nyeri melihat senyummu
Senyum anjing penjilat yang jalannya penuh sesat
Berpalinglah sebelum riwayatmu kubuat TAMAT
You Does ...
Kusebut kau seperti seorang bajingan
Dengan khianat berbalas laknat
Nanti bila kau mengerti tentang arti terima kasih
SOBAT
Dalam tiap langkah di belakang ada kita
Dengan satu garis suka dan duka
Sobat terima kasih untuk setia
Melangkah lebih jauh menuju impian kita
Sebuah rumah tanpa pagar dan batas
Sebuah istana tempat cinta dan kepercayaan bertahta
Sebuah nusantara indah disana ...
INDONESIA!!
23 Y O
Aku kini beranjak dari satu masa menuju masa yang lain. Namun seakan tak ada yang berubah, kecuali kegelisahanku yang makin membuncah. Adakah yang salah??
Seperti tarian padang sunyi aku menanti saatnya mentari berganti bintang dan rembulan yang benderang. Berharap ada bayu senja yang damai menyentuh biduk kecil ini menepi di satu dermaga. Tempat aku bermenung dan berdoa. Meminta satu tanda baik untuk masa baru yang tengah kujalani.
Aku bermenung dan berdoa ...
Hingga aku lupa bahwa aku ada untuk impian yang ada di depan mata. Aku terpekur dari keheningan itu dan menatap rembulan yang menyapa. Dari balik cakrawala aku mendengar sapa yang menyentuh relung kesadaranku. Kesadaran bahwa aku hanya tengah bingung dan berlari meninggal tepian pantai. Tempat kemarin sore, dimana aku biasanya berbincang dan tertawa bahagia sebagai diriku, bersama DIA.
Keep Believe In Yours 2 3 Y O
Kebijaksanaan
Bahkan ribuan kilometer yang sudah kita tempuh diberi arti
Setiap rasa sakit mengubah kita menjadi lebih hati-hati
Tiap rasa suka mengajarkan kita untuk berbagi
Apalagi yang lebih patut kita syukuri dalam hidup ini
Dalam pengalaman yang begitu luar biasa dan kurun waktu
Yang datang dan pergi tanpa sesaatpun kita menyadari
Kebijasanaan yang kita raih dari pengalaman begitu manis dicecap
Rasanya bahkan mengabaikan banyak sisi dari ruang kita yang gelap
Tidak mengurangi kehormatan manusiawi untuk memuji
Dan bersyukur padaNYA atas semua yang kita jalani
(Inspired by FB Conversation Today)
Kita SAHABAT
Dalam setiap langkah yang terbuang
Pada tiap titik harapan yang masih tersisa
Kita adalah sahabat sampai usia berkalang tanah
Pada tiap kenangan yang coba kita simpan
Di persimpangan jalan kita saling mengingatkan
Kita adalah sahabat yang tak akan terpisahkan
Kendati emosi sering menyakitkan hati
Walau tiap-tiap kejengkelan menggelayuti pikiran
Kita adalah sahabat
Maka usah gundah kala sendiri
Carilah dan temui sahabat!
Mimpi
Memahami misteri cakrawala yang menaungi bumi
Bila aku bisa menyelam ke kedalaman jiwamu
Menemukan rahasia hatimu terhadapku
Andai aku mampu menempuh tiap jarak waktu
Berlari seperti kilat ke tiap tempat yang kau tuju
Aku akan berkata pada dunia ...
Aku Lelaki yang paling bahagia!!!
KESENDIRIAN
Menyakiti sendi-sendi jiwa yang rapuh
Kesendirian adalah tangis
Merobek sisa-sisa masa yang sirna
Kesendirian adalah belenggu
Memasung langkah yang menyusuri masa
Kesendirian adalah rahmat
Menikmati suara-suara kehidupan
SAKIT
Sakit ini mendera tak kunjung reda
Hari ini telah ganti
Tak berpaling jua sakit penuh nista
Berteman kesepian dan kesendirian
Aku mengemis rahmat di ambang pintu-MU
Penantian
Kapan engkau kembali mengisi relung hati
Membawa energi yang buatku terus mampu berlari
Telah kulalui ribuan titik di sepanjang perjalanan
Tak satupun jua yang membawamu kembali padaku
Kendati telah kuharapkan
Aku telah mencoba namun seolah kau tiada
Hilang tanpa bekas di teluk keramaian
Tanpa tanda kembali datang merengkuhku
Aku berhenti menanti
Berharap padamu yang tiada bertepi
Namun terus mencoba terus berlari, tanpa henti
TRIPLE X
Aku adalah pria yang terjebak di pusaran badai
Badai dusta dan kebohonganmu
Aku berlari mengejar angin timur
Berharap ia membawaku serta terbenam
Agar hilang dari hantu yang kau kirimkan
Jangan coba mengatakan kebohongan
Aku muak dan telah kehilangan rasa
Hilanglah, terbang hilang ke neraka jahanam
MAAF
Saat pagi kau minta maaf di saluran telepon
Aku sesali
Bukan maksudku melukai perasaanmu
Hidup sudah berubah dan aku terbuang
AKu semakin jauh
Aku memahamimu jauh sebelum kau tahu
AKu belajar sabar hanya untukmu
Walau akhirnya aku menyerah
Maafkan sikapku yang menikam
Aku hanya tak bisa ungkapkan lagi
Betapa aku setia mencintai
SMS Minggu Pagi
Tubuh baru terpejam sesaat
SMS di layar mengusik telinga
Tak kuhiraukan dalam keadaan ini
Tubuh penat hendak terus istirahat
Sekali terusik tetap saja terusik
Kubaca dengan agak malas
Batinku terusik, jalanku dipertanyakan
Tuhan kasihani aku oleh kekosonganku
Tak hendak menerimaMu seutuhnya
Dalam relung kehidupanku
Aku lemah tak berdaya.
SAATNYA
Bakarlah habis semua sisa-sisa juangmu
Gunung gemunung dan ombak samudera
Memanggil jiwamu penuh gelora
Saatnya bangkit berlari mengejar
Ketertinggalan ini hanya sementara
Tak kan abadi layaknya dunia
Sekali lagi berlari dan kejar
Saatnya pedang akan diangkat
Tarian perang menyambut di gerbang kota
Kobarkan dan raih semua hak yang direnggut
Saat ini milik kita, bung!
Wanita di Gerbang Kota
Tatapannya jauh menerawang seluruh isi kota
Miris dan senyap jiwanya mengenang hina
Pada tembok-tembok yang menyimpan luka
Wanita dengan segudang pesona
Melangkah dari pintu ke pintu
Penduduk kota tua sedang terjaga
Tiada pula menyadari arum gemulainya
Malam itu wanita berparas rembulan itu
Membawa pijar pelita di tangan kirinya
Senandungnya membangunkan seisi kota
Mempesonakan para tua-tua pinisepuh
Membutakan mata kawula muda yang terpana
Wanita itu sekali lagi berlalu
Berdiri di gerbang kota tua
Meninggalkan pesona yang membangkitkan kota
goniÄ…c marzenia
Pamiętam, jak raz lubi
Dzień z cichym śmiechem
Jeśli wieczorem został zmieniony
Weź mnie w cichej modlitwy
Moja dusza dochodzi do serii uśmiech
Jeśli stwierdzisz, że dzień zmienił
I jestem wciąż prowadzi własną
Kontynuowanie i my biegł z
Ran po dream!
BATAS WAKTU
Pada ruang kosong di jalanan
Diantara deru mesin bis kota dan lampu malam
Semua tak menghiraukan
Kutelusuri hingga dasar samudera yang bergelombang
Diantara angin laut di selatan dan batuan karang
Semua hanya mampu terdiam
Aku meradang seperti kehampaan jahanam
Berlari mengitari pusat matahari di Kuta Bali
Tak kujumpai ia disana
Batas waktu akhirnya membawaku kembali pada kekosongan
SUNTING
Pada genggamannya ada cerita tiga masa
Lalu sekilas menoleh ia pada tembok kota
Tertawa sesekali mulut kecilnya
Seorang tua dengan sarung hijau lumutnya
Terdiam diantara rimbun pepohonan
Kepulan asap tembakau melekat di rambut putihnya
Sekali melihat bocah nakal yang berlari, ia tertawa
Bagi anak kecil itu dunia adalah neraka
Bagi si tua hidup adalah surga penuh canda
Sesekali 2 pasang mata itu saling tertaut
Mereka penuh curiga, sampai akhirnya mereka tertawa
Untuk segala sesuatu yang tak mereka miliki
Thursday, 22 October 2009
JANJI RINDU
Aku masih tetap akan memburu
Tancapkanlah panah kebencianmu
Tepat pada jantung kehidupanku
Aku akan tetap mencarimu
Bakarlah seluruh jejak cintaku
Nyanyian dan tiap sajak sendu,
Seluruh lembar pemujaanku,
Aku akan masih mencintamu
Sepanjang hidupku aku menunggu
JOgja, 04:26, 03 Januari 2008
KICAU SAMUDERA
Tangis ratapan menyilang kehidupan
Hanya angan yang tersisa
Pada tepian langit yang kian kelam
Camar tiada lagi terbang tinggi
Pada senja ia berkeluh kesah
Menceritakan sayapnya yang rapuh
Tak mampu menyelinap di tepian langit
Tiada tempat untuk berteduh
Camar tiada lagi terbang tinggi
Samudera dan angkasa bergemuruh
Ia berkicau tentang suatu pagi
Saat jutaan anak manusia terbunuh
JOgja, 04:19, 03 Januari 2008
Saturday, 26 September 2009
Waktu
yang rasanya mencekam jiwamu.
Ia berada dibelakangmu untuk menekan jiwamu,
berada di depanmu untuk membuatmu mundur dari perjalanan,
dan diantara sisimu untuk menaklukkan kekuatanmu.
Namun satu hal yang harus dipahami
bahwa engkau tak perlu merasakannya,
karena engkau cukup memandang dan berjalan ke depan.
Selamanya kecemasan tak akan menyentuh jiwamu.
DOA JUANG
Selama dalam perjalanan aku selalu mengeluh
Pada-Mu aku bersungut dan berkesah
Tak ada harap yang terpancar kini dari ronaku
Apalah aku yang lemah ini
Di hadapan-Mu dengan ketidakberdayaan
Memohon rahmat untuk bertahan dalam hidup juang
Tegar dalam tiap-tiap kesulitan.
Tuhan … Jadikan aku PEJUANG
SembirinK,
Awal Fajar 11 Mei 2008
EGO
Terlalu pagi aku meninggalkanmu
Saat itu hujan turun dan langit tampak muram
Beberapa bocah melompat kegirangan
Sama rasanya seperti menjelang kematian
Saat aku mengacuhkan diriku dan dirimu
Terdiam di sudut gereja kota yang sepi
Aku membutuhkan kehadiranmu
Mengharapkan senyum dan pelukanmu di tubuhku
Memberiku kehangatan jiwa yang menenteramkan
Aku terus berlari dan menjauhimu
Meninggalkan duka di sudut hatimu
Maafkan, aku terlalu egois
CINTA SELAMANYA
Ada masanya kita semua bicara atas nama cinta
Ada masanya kita mengumpat atas nama kebencian
Ada masanya pula kebencian itu pudar oleh cinta
Cinta yang abadi sepanjang masa
…… i
Aku berusaha memahami
Tapi tak pernah bisa mengerti
Sama sekali tak mampu mengerti
Aku berusaha berlari
Tapi tak sedikitpun melangkahkan kaki
Hanya terpaku dan berharap bisa berlari
Aku berusaha memiliki
Tapi sekalipun aku tak belajar mencintai
Aku tak bisa tulus mencintai
Ada apa ini?
Di Bawah Cahaya
Dibawah cahaya setiap kita menemukan realita
Dibawah cahaya setiap kita saling mengenal rupa
Dibawah cahaya kebenaran menjadi nyata
Dibawah cahaya aku berdiri menanti saat itu tiba
Saat ReVoLuSi mengubah banyak jiwa
Saat ReVoLuSi mengubah wajah bangsa
Anak Jalanan
Malam kini menjelang hilang
Tersimpan padamu segudang kenang
Anak-anak jalanan yang terbuang
Jalanan kota kapan kan tenang?
Pagi hari merenggut ketenanganmu semalam
Dari peraduan mereka menjelang
Hari-hari hidup di jalanan
Jalanan kota Semarang.
Wanita
Dari ujung rambut mengalirkan swarga hingga ujung kaki
Semua tak akan kau sadari
Jangan pertontonkan keindahanmu padaku
Seperti sebuah tontonan murahan di jalanan
Sebab keindahanmu wanita telalu berharga
Berjalanlah dengan keindahanmu
Jangan umbar seturut hasrat para penikmat
Meliukkan tubuh selaras dentuman musik
Dan kehilangan harga diri di tengah panik
Berjalanlah layaknya seorang wanita
Dengan sejuta keindahannya yang berharga
Tetap Tegar
Kehilangan arah dan mengeluh
Hanya karna setiap mata memandangmu rapuh
Hanya karna setiap mulut menganggapmu ternoda
Jangan kehilangan dirimu
Tetap tegar dan yakin melangkah
Usah peduli pada setiap kata yang melemahkanmu
Abaikan mata yang memandangmu hina
Hanya kamu yang tahu
Hanya Dia yang Maha Tahu
Mereka tak akan pernah tahu!
Melangkahlah
Mungkin bukan takdirmu di sisiku
Keheningan malam dan ribuan bintang
Biar menjadi penawar rasa cintaku padamu
Melangkahlah jauh ke depan
Dimana engkau kan menemukan teman
Yang menyayangimu lebih dariku
Yang mengerti seluruh egomu lebih dariku
Melangkahlah jauh ke depan
Usah hiraukan seluruh rasa sayangku
Dan biarkan kunanti kabarmu dari sana
Dengan sekuncup senyuman di tiap kisahmu
Khianat
Sebab darimu semua berawal kesusahan
Martabat yang berharga kau obral demi dirimu
Lupa nyiur akan akarnya
Berpalinglah sebab rasanya nyeri melihat senyummu
Senyum anjing penjilat yang jalannya penuh sesat
Berpalinglah sebelum riwayatmu kubuat TAMAT
You Does ...
Kusebut kau seperti seorang bajingan
Dengan khianat berbalas laknat
Nanti bila kau mengerti tentang arti terima kasih
Sobat
Dalam tiap langkah di belakang ada kita
Dengan satu garis suka dan duka
Sobat terima kasih untuk setia
Melangkah lebih jauh menuju impian kita
Sebuah rumah tanpa pagar dan batas
Sebuah istana tempat cinta dan kepercayaan bertahta
Sebuah nusantara indah disana ...
INDONESIA!!
23 Y O
Aku kini beranjak dari satu masa menuju masa yang lain. Namun seakan tak ada yang berubah, kecuali kegelisahanku yang makin membuncah. Adakah yang salah??
Seperti tarian padang sunyi aku menanti saatnya mentari berganti bintang dan rembulan yang benderang. Berharap ada bayu senja yang damai menyentuh biduk kecil ini menepi di satu dermaga. Tempat aku bermenung dan berdoa. Meminta satu tanda baik untuk masa baru yang tengah kujalani.
Aku bermenung dan berdoa ...
Hingga aku lupa bahwa aku ada untuk impian yang ada di depan mata. Aku terpekur dari keheningan itu dan menatap rembulan yang menyapa. Dari balik cakrawala aku mendengar sapa yang menyentuh relung kesadaranku. Kesadaran bahwa aku hanya tengah bingung dan berlari meninggal tepian pantai. Tempat kemarin sore, dimana aku biasanya berbincang dan tertawa bahagia sebagai diriku, bersama DIA.
Keep Believe In Yours 2 3 Y O
Kebijaksanaan
Bahkan ribuan kilometer yang sudah kita tempuh diberi arti
Setiap rasa sakit mengubah kita menjadi lebih hati-hati
Tiap rasa suka mengajarkan kita untuk berbagi
Apalagi yang lebih patut kita syukuri dalam hidup ini
Dalam pengalaman yang begitu luar biasa dan kurun waktu
Yang datang dan pergi tanpa sesaatpun kita menyadari
Kebijasanaan yang kita raih dari pengalaman begitu manis dicecap
Rasanya bahkan mengabaikan banyak sisi dari ruang kita yang gelap
Tidak mengurangi kehormatan manusiawi untuk memuji
Dan bersyukur padaNYA atas semua yang kita jalani
Kita Sahabat
Dalam setiap langkah yang terbuang
Pada tiap titik harapan yang masih tersisa
Kita adalah sahabat sampai usia berkalang tanah
Pada tiap kenangan yang coba kita simpan
Di persimpangan jalan kita saling mengingatkan
Kita adalah sahabat yang tak akan terpisahkan
Kendati emosi sering menyakitkan hati
Walau tiap-tiap kejengkelan menggelayuti pikiran
Kita adalah sahabat
Maka usah gundah kala sendiri
Carilah dan temui sahabat!

