Thursday, 17 December 2009

23 Y O

Sudah ribuan malam aku melewati kegelisahan tentang sebuah eksistensi diri. Jutaan kecemasan pun bahkan bosan menggodaku. Tapi, toh aku tetap seperti biduk kecil yang terombang-ambing di tengah telaga kala senja. Sepertinya tak ada arah yang pasti yang dapat kutuju. Seluruh impian dalam kotak diriku makin menolak arti hadirku. Di persimpangan jalan yang lain aku merindu. Rindu saat ada malaikat kecil menghampiriku dan menuntun pada serpihan hati yang tercipta khusus untuk luka hatiku.

Aku kini beranjak dari satu masa menuju masa yang lain. Namun seakan tak ada yang berubah, kecuali kegelisahanku yang makin membuncah. Adakah yang salah??

Seperti tarian padang sunyi aku menanti saatnya mentari berganti bintang dan rembulan yang benderang. Berharap ada bayu senja yang damai menyentuh biduk kecil ini menepi di satu dermaga. Tempat aku bermenung dan berdoa. Meminta satu tanda baik untuk masa baru yang tengah kujalani.

Aku bermenung dan berdoa ...
Hingga aku lupa bahwa aku ada untuk impian yang ada di depan mata. Aku terpekur dari keheningan itu dan menatap rembulan yang menyapa. Dari balik cakrawala aku mendengar sapa yang menyentuh relung kesadaranku. Kesadaran bahwa aku hanya tengah bingung dan berlari meninggal tepian pantai. Tempat kemarin sore, dimana aku biasanya berbincang dan tertawa bahagia sebagai diriku, bersama DIA.

Keep Believe In Yours 2 3 Y O

No comments: