ARTIKEL

MENJADI RAJA ATAS SETIAP KEINGINAN

Keinginan tak akan pernah berhenti muncul dalam benak kita. Kita adalah manusia yang diciptakan dengan keinginan yang tak terbatas. Setiap detik tanpa berhenti ia muncul. Bahkan kata orang, mimpi pun kerap dipengaruhi oleh keinginan-keinginan yang tak terungkan.

Sejak masa kecil, saya selalu memiliki keinginan agar bisa menjadi sama dengan teman-teman sebaya lainnya. Punya kesempatan menikmati liburan sekolah ke tempat wisata, bukan ke sawah mengolah tanaman. Punya mainan baru, bukan mainan bekas teman saya. Punya uang saku agar bisa ke kantin sekolah seperti teman saya. Semua keinginan bermula oleh pikiran saya yang membanding-bandingkan kehidupan, saya dan teman saya.

Pada masa sekarang, dimana saya telah berusia cukup untuk memahami lebih banyak lagi sisi kehidupan ini, keinginan itupun tak pernah berhenti. Keinginan yang dominan dalam diri saya adalah sama seperti keinginan masa kecil saya, dalam bentuk yang berbeda. Ingin sama seperti teman saya yang punya kesempatan memilih pekerjaannya, bukan seperti saya yang masih asyik dengan status pengangguran karena merasa belum memiliki pilihan. Memiliki alat komunikasi canggih dan teranyar. Punya pacar cantik dan kendaraan yang selalu siap sedia saat dibutuhkan. Satu keinginan yang lain lagi, punya orang tua seperti halnya teman-teman saya.

Keinginan mengisi seluruh waktu saya dalam kehidupan ini. Keinginan yang sulit saya kendalikan dan kerap membuat saya frustasi. Frustasi karena saya tidak menemukan banyak pilihan untuk memenuhi keinginan saya. Saya merasa benar-benar dipermainkan oleh keinginan dan itu menyakitkan saat saya menyadari saya tak bisa memenuhi tiap-tiap keinginan tersebut.

Discerment Tiada Henti

Pengolahan diri dan pendalaman spiritualias Ignasian yang saya jalani bersama rekan-rekan muda di Komunitas MAGiS08 selama kurang lebih setahun ternyata banyak membantu. Komunitas yang diikuti oleh puluhan rekan muda dari berbagai latar belakang yang berbeda terutama membantu saya secara lebih untuk mendalami spiritualitas Ignasian yang dulunya asing bagi saya. Hal ini terasa dalam doa hening dan juga lewat sharing yang bisaa kami sebut dengan MAGiS Circle.

Lewat kebersamaan di komunitas, secara pribadi saya menemukan banyak dorongan positif yang membantu saya bertumbuh. Belajar membeda-bedakan roh dominan dalam diri adalah satu sarana penting bagi saya dalam menguji tiap-tiap keinginan saya. Proses discernment ini pun bukanlah perkara mudah. Ia membutuhkan ketenangan dan keheningan batin agar kita bisa sampai pada pengenalan dan kemudian pembedaan roh.

Kebisaaan sharing dan saling mempercayakan pengalaman rohani menjadi bagian tak terpisahkan dari semua proses ini. Tanpa kehadiran sahabat dalam pendalaman spiritualitas, bukan tidak mungkin discern yang dilakukan mengalami penyimpangan. Sharing membantu saya untuk lebih mampu menemukan dan menguji tiap perasaan dan keinginan dominan dalam diri saya.

Discerment menjadi sangat penting artinya karena membantu saya melihat lebih jeli keinginan diri saya. Seperti apa yang diajarkan oleh Ignasius Loyola menurut paraphrase David L. Fleming, SJ bahwasanya satu-satunya keinginan dan pilihan satu kita haruslah ini: Aku harus menghendaki dan memilih apa yang lebih mengantarkan ke keadaan dimana Allah lebih dalam menanamkan kehidupanNya dalam diri kita. (Hatiku Berkobar-Kobar, hal 17)

Kemampuan dalam melakukan discernment pada akhirnya cukup membantu saya dalam mengendalikan keinginan-keinginan yang senantiasa timbul. Paling tidak melepaskan diri saya sendiri dari kendali dan belenggu keinginan. Melihat bagaiamana tiap keinginan itu mampu membawa saya secara lebih dalam kepada Allah dan sebaliknya Allah lebih hidup dalam diri saya.

Saling Berbagi Saling Meneguhkan

Sebab pada akhirnya kerapuhan manusiawi kita mengantar kita pada banyak penyimpangan maka adalah penting menyadari peran sahabat dalam pengolahan hidup rohani. Sahabat dalam pengolahan hidup rohani merupakan pemeran penting dalam melihat lebih dalam setiap dorongan dan keinginan kita. Dengan hadirnya sahabat, saya bias membagikan perasaan dominan dan mengungkapkannya secara jujur dalam sharing. Sahabat-sahabat saya tentu saja adalah orang yang melalui proses latihan rohani bersama saya dan dalam suasana doa membantu saya melakukan penemuan-penemuan penting di setiap keinginan yang ada.

Sahabat-sahabat melalui sharing bisa membantu untuk menguji keinginan dan terlebih meneguhkan saat kerapuhan manusiawi membuat saya lengah. Ada kesadaran pada saya bahwa kendati latihan rohani adalah suatu peziarahan personal, namun tidak berarti bahwa personalitas mengesampingkan peran penting sahabat sebagai bagian dari peziarahan anak manusia yang komunal dan utuh secara bersama. Hanya dengan terus melakukan discern dan saling meneguhkan dan berbagi dalam persahabatan, setiap kita bisa menjadi raja atas segala keinginan kita. Jangan sebaliknya keinginan yang merajai kita.

Ad Maiorem Dei Gloriam!!