Friday, 7 December 2007

PENDOA JALANAN

Lelaki bertubuh ceking itu terduduk lemah

Tangan kanan menengadah berharap

Tatap mata sayu tampak dirundung kabut

Lepas senja urung juga ia beranjak dari sana

Tetap memandang tegar pada barisan besi bergerak

Mengharap ada manusia disana

Menyapa kesunyiannya dan memberi derma

Lelaki bertubuh ceking itu terduduk pasrah

Tangan kanannya terluka parah

Sekujur tubuhnya terbalut dan melemah

Semakin lemah saat keluarganya punah

Sakit yang menggerogoti memaksanya turun ke jalan

Menengadahkan tangan sambil mohon belas kasihan

Seraya berdoa agar kematian datang

Membawa harapan dan menyingkirkan hidup

Hidup yang menajdi beban di tubuh tuanya

Doanya adalah kematian yang menghidupkan

Hidupnya adalah penderitaan yang mematikan

(sebuah realita di balik jalanan)

BERGURU DI JALANAN

Malam itu di tepian kota
Saat lampu merah tengah menyala
AKu berhenti dan memandang sejenak ke sisi kiri
..................................................
Bukan soal Kanan dan Kiri idiologi
Tapi di sisi kiri jalan
Persis di teras bangunan itu
Aku memandang tubuh tua tertidur pulas
Pulas dengan kemiskinannya
Pulas dengan seluruh beban hidupnya

Aku berlalu saat lampu hijau memintaku berlalu
Malam itu kulewati dengan kegelisahan
Tiada pulas membayangkan wanita tua di jalanan itu
Sekali lagi dari jalanan aku berguru

(sebuah pengalaman di perempatan jalan)

Sunday, 14 October 2007

TAKBIRAN 2007

JALANG

Berdiri dihadapan mukamu
Membuatku jengah
Muak dan tertekan batin

Sesuap nasi yang kucari
Diantara tumpukan sampah kota
Cukup dan usah kau tambah lagi

Senyum dan orasimu
Di layar kaca dan radio kota
Esok kan usai bersama kemunafikanmu

Kudoakan saat itu tiba
Kaum muda lahir dari rahim nusantara
Penuh daya dan karya juang
Membunuh penindasanmu setan jalang

TAMPAR AKU

Jangan sungkan
Tataplah kedalam jiwaku
Bicaralah dengan sisa kejujuranku

Usah segan
Raih sayap kecilku yang urung tumbuh
Dan bawa kuterbang pada tahta kebenaran

Tetaplah setia pada kebenaran
Dan dampingi aku menggapai junjunganmu
Hingga saatnya aku masih tak mau
Silahkan tampar aku

DO IT

Kemanapun engkau beranjak
Usah ragu, Do it

Apapun yang hendak kau perbuat
Usah ragu, Do it

Bila kau inginkan sesuatu
Jangan menunggu, Do it

Dimanapun engkau berada
Jangan lupa, Do it

Do it, every where
Do it, every time

NAFASKU
Nafasku bergelut dengan polusi
Setiap saat tersesak nyaris mati
Tak ubahnya ditengah gelombang kematian
Nafasku setiap saat mencari ruang tenang

Gema Takbir, 12 – 10 - 2007

Sunday, 23 September 2007

BRI JALAN

Bri aku jalan untuk menggapai-Mu
Bri aku waktu untuk mencapai-Mu
Aku tak sanggup berlari
Tak bisa terbang tinggi
........................................
Bri aku jalan menuju pada-Mu

Thursday, 13 September 2007

SANTO

Khusuk dalam hening
Bercahaya diantara deru mesin kota
.............................................................
Sejurus memandang mata menyala
Bersua dengan jiwa-jiwa merana

Melanglang buana
Mewarta damai dan cintaNya
Dalam tapa dan doa

Tuesday, 28 August 2007

AKU BINGUNG

Aku Bingung Maka Aku Ada

Kebingungan membuatku memahami pelbagai wacana
Kebingungan membuatku banyak bertanya
Kebingungan membuatku sadar akan hampanya manusia
Kebingungan membuatku memulai tulisan ini