Berdiri dihadapan mukamu
Membuatku jengah
Muak dan tertekan batin
Sesuap nasi yang kucari
Diantara tumpukan sampah kota
Cukup dan usah kau tambah lagi
Senyum dan orasimu
Di layar kaca dan radio kota
Esok kan usai bersama kemunafikanmu
Kudoakan saat itu tiba
Kaum muda lahir dari rahim nusantara
Penuh daya dan karya juang
Membunuh penindasanmu setan jalang
TAMPAR AKU
Jangan sungkan
Tataplah kedalam jiwaku
Bicaralah dengan sisa kejujuranku
Usah segan
Raih sayap kecilku yang urung tumbuh
Dan bawa kuterbang pada tahta kebenaran
Tetaplah setia pada kebenaran
Dan dampingi aku menggapai junjunganmu
Hingga saatnya aku masih tak mau
Silahkan tampar aku
DO IT
Kemanapun engkau beranjak
Usah ragu, Do it
Apapun yang hendak kau perbuat
Usah ragu, Do it
Bila kau inginkan sesuatu
Jangan menunggu, Do it
Dimanapun engkau berada
Jangan lupa, Do it
Do it, every where
Do it, every time
NAFASKU
Nafasku bergelut dengan polusi
Setiap saat tersesak nyaris mati
Tak ubahnya ditengah gelombang kematian
Nafasku setiap saat mencari ruang tenang
Gema Takbir, 12 – 10 - 2007
No comments:
Post a Comment