Saturday, 6 March 2010

JANGAN REDUP

Dibawah langit kelabu kita saling berpadu
Menikmati tiap detik yang rasanya terpaku

Dalam dekapanku menyatu seluruh jiwamu
Cahaya yang terangi kegelapan masa lalu

Matamu yang teduh menatap ke dalam kalbu
Kubalas tenang pada kecupan di keningmu

Aku dan kamu menyatu dalam cahaya baru
Jangan redup hingga dekap waktu bawaku darimu

Tuesday, 23 February 2010

Tuhan Punya Rencana


aku bertanya pada angin
tentang apa yang kurasakan kini..
semilir itu menjawab..
walau tak sepantas yang kuharapkan,,

ku coba berlari..
dari semua ikatan yang menjerat hatiku perih....
aku hampir menyerahhh,,,
kenapa begitu sesak..

untuk berdiri aku tak sanggup..
andai aku bisa memutar segala..
180 derjat mungkin...
atau mungkin 1000 derjat yg mustahil..
itu tak mungkin...
entah berapa lama beban ini ku simpan..
telah membau ataupun melengket aku tak tau...

aku ingin menangis,,


melepas semua...
meneteskan air mata, aku tak sanggup lagi..
perih ini telah membunuh kejam hatiku..
tak ada guna mencari pengobat..
yang tamatnya malah mengubur hati..

apa yang aku cari tak pernah ku dapati..
entah di mana letak salahku..
atau cara murtatku kepada Tuhan,,

Pikirku tau..
tak ada satupun insan yang bisa memaksakan kehendak kuasa,,
kenapa,,,
jujur,,

aku rapuh sekarang,,,,,
dari dulu,
semakin rapuh,,
keropos di dalam,,

aku tau tak pantas aku mengeluhkan itu,,
bukan karenaku mengingkari keajaiban TUhan
tentang janjinya yg indah pada waktunya..
sungguh tidak...
untuk ke sekian kali,
aku mencoba berserah,,
karena aku tau tuhan punya rencana,,

di balik kerapuhan itu,,
ada kekuatan yang sangat luar biasa..
yang akan ku terima...

aku kuat karena Tuhan...
aku begini cuma untuk Tuhan.
aku ada hanya untuk kemuliaan Tuhan,,

Tuhan,,
jadilah strut kehendakMu
apapun itu
yakinku tak ada rancangan kecelakaan untuk ku..
ataupun derita yang mematikan jiwaku..

Pegang aku..
sampai aku mendapatkan janjiMu itu...
aku menunggu Tuhan,,
aku tetap setia...
aku setia.....


" Tuhan Punya Rencana "

dalam sgala perkara
Tuhan punya rencana
yang lebih besar dari semua yang terfikirkan...

apapun yang kau perbuat
tak ada maksud jahat
smua itu kulakukan semua denganMu Tuhan..

Ku tak akan menyerah
pada apapun juga
sebelum kucoba semua yg ku bisa,

tetapiku berserah
kepada kehendakMu..
hatiku percaya
Tuhan punya rencana............

(Pijar Jiwa Angel Like Maria, Padang)

Menunggumu

Malam ini aku msh terjaga
keheningan yg kucari tak kunjung membuatku trlelap

aku ada d sini
entah apa yg kucari, d sudut kekelaman ini
mencoba meraba,
namun tak kunjung lagi serpihan yg kugenggam

aku hampir menyerah,
pada asa yg kugantungkan sia2,
untuk kerinduan yg tak kunjung merindukanku...
Aku belum menyerah,
meski angin malam tk brpihak lagi padaku,
pangkuan bunda tak bisa lg menghangatkanku...

Aku msh mencri..
Apa yg kucari?
Kecekaman ini semakin memenjarakan sukmaku.

Adakah uluran tangan,
yg membelai lembut sekujurku?
Yg mendkp di sela2 ketakutn pnjgku..
Knp so2k it blum dtg?
Atau memg tidk akan tiba...

Sampai matahari trbit
Aku akan menunggu,
walau ragaku trmakan waktu
atau hatiku yang digerogoti rayap sepi..
Aku masih disini..

(Pijar Jiwa Angel Like Maria, Padang)

Edelwais Yang Tak Pernah Mati


Aku mencintaimu,
janjiku tak lepaskanmu..
seribu ujian mendera,
bergemingpun kuberkutik dr deraan itu..

Aku percy kamu,
dgn mahkota ketulusn yg kmu hadiahkan padaku...
Walau sering diriku dlu melepaskannya,
kmu memungut, memasang ny kembali..
Tepat di tahta hatiku..

Aku bahagia,
ketika katamu akan menyandingku seorang,
mengikrarkan aku hanya milikmu,
tak peduli rintangan yg mematahkanmu,
akulah perjuanganmu..

Aku syg kmu,
saat aku satu2nya alasan,,
untukmu perjuangkan sgalanya...
Kmu mengajakku melangkah,
menyusuri belukar kehidupan..
Terseok aku...
Bhkan berhenti..
Aku menangis,
kucuran air mata menambh perih lukaku yg tersiram cuka..

"kamu mencintaiku!"
aku percya itu
aku kmbli brdiri,
menyusuri ilalang sakit..
Sampai ku menemukn genggamanmu,
dan ku erat sekuat pasti..
Smpai akhir,
smpai maut menjadi saksi perpisahan kita..

Biarlah edelwais sedih bersenandung,
bercerita keabadian yg pernah ada..
Merangkaian keabadian ku denganmu..
Tentang Cerita kita..
Tentang pertemuanku dgnmu,
Tak ada yg lain..
Hanya kita..
Kita berdua,
Aku dan kamu..

(Pijar Jiwa Angel Like Maria, Padang)

Thursday, 4 February 2010

Titik Juang

Langit MalaM


Aku berlari seperti tiada lagi hari yang akan kuhadapi
Suasana sunyi ditengah padang bagai alam mati
Aku terus berlari ...

Para pencari suarga tengah sembahyang di seberang
Suara kumandang menyeruak ke padang
Aku tak jua beranjak dari tempatku berbaring riang
Menatap jauh ke langit malam

Seperti tengah hilang dan menanti panjang
Kusenandungkan kesunyian di jalanan panjang
Sambil berharap pada langit malam
Agar selubungnya yang kelam berganti terang

Kenangan

Temaram kota bawa aku kembali sejenak
Mengitari menara kota yang jauh disana
Tempat pertama kali Cinta menjadi cerita

Pusaran angin di kala senja
Biar aku kesana dengan sisa ratapan
Dengan sedikit rasa penyesalan

Pada tumpukan bebatuan dan senandung awan
Akan kusenandungkan melodi kenangan
Dan setelahnya ...

Biar aku terus melangkah ke depan!

[ didedikasikan buat SA. Keep Smile! :) ]

FASE


Fase ini adalah gelombang yang menegangkan
Seluruh rangkaiannya menjadi tak terbendungkan

Seperti bercermin pada lautan
Aku menapaki jejaknya secara perlahan

Fase ini adalah ujian yang datang
Setelah lama ia hilang tak kunjung datang


Dimanakah ia jawaban ....

Sejarah Tua

Jika kau kembali dari kegelapan malam
Aku ada di pantai selatan menanti sembari berbenam
Selaksa kisah lama kugelar disana hingga kabut mulai hilang

Selaksa kisah lama itu kunamai sejarah tua
karena darinya kita beranjak menjadi remaja, dewasa, dan kelak tua
Disana ada semua kisah tentang kita

Jika kau kembali dari kegelapan malam
Jangan bawa lagi pilu yang kau pernah kau hampakan padaku
Tanda yang mengiringi pergiku dari kekalutanmu

Engkau jauh lebih berharga bila engkau mau