Saturday, 26 September 2009
Waktu
yang rasanya mencekam jiwamu.
Ia berada dibelakangmu untuk menekan jiwamu,
berada di depanmu untuk membuatmu mundur dari perjalanan,
dan diantara sisimu untuk menaklukkan kekuatanmu.
Namun satu hal yang harus dipahami
bahwa engkau tak perlu merasakannya,
karena engkau cukup memandang dan berjalan ke depan.
Selamanya kecemasan tak akan menyentuh jiwamu.
DOA JUANG
Selama dalam perjalanan aku selalu mengeluh
Pada-Mu aku bersungut dan berkesah
Tak ada harap yang terpancar kini dari ronaku
Apalah aku yang lemah ini
Di hadapan-Mu dengan ketidakberdayaan
Memohon rahmat untuk bertahan dalam hidup juang
Tegar dalam tiap-tiap kesulitan.
Tuhan … Jadikan aku PEJUANG
SembirinK,
Awal Fajar 11 Mei 2008
EGO
Terlalu pagi aku meninggalkanmu
Saat itu hujan turun dan langit tampak muram
Beberapa bocah melompat kegirangan
Sama rasanya seperti menjelang kematian
Saat aku mengacuhkan diriku dan dirimu
Terdiam di sudut gereja kota yang sepi
Aku membutuhkan kehadiranmu
Mengharapkan senyum dan pelukanmu di tubuhku
Memberiku kehangatan jiwa yang menenteramkan
Aku terus berlari dan menjauhimu
Meninggalkan duka di sudut hatimu
Maafkan, aku terlalu egois
CINTA SELAMANYA
Ada masanya kita semua bicara atas nama cinta
Ada masanya kita mengumpat atas nama kebencian
Ada masanya pula kebencian itu pudar oleh cinta
Cinta yang abadi sepanjang masa
…… i
Aku berusaha memahami
Tapi tak pernah bisa mengerti
Sama sekali tak mampu mengerti
Aku berusaha berlari
Tapi tak sedikitpun melangkahkan kaki
Hanya terpaku dan berharap bisa berlari
Aku berusaha memiliki
Tapi sekalipun aku tak belajar mencintai
Aku tak bisa tulus mencintai
Ada apa ini?
Di Bawah Cahaya
Dibawah cahaya setiap kita menemukan realita
Dibawah cahaya setiap kita saling mengenal rupa
Dibawah cahaya kebenaran menjadi nyata
Dibawah cahaya aku berdiri menanti saat itu tiba
Saat ReVoLuSi mengubah banyak jiwa
Saat ReVoLuSi mengubah wajah bangsa
Anak Jalanan
Malam kini menjelang hilang
Tersimpan padamu segudang kenang
Anak-anak jalanan yang terbuang
Jalanan kota kapan kan tenang?
Pagi hari merenggut ketenanganmu semalam
Dari peraduan mereka menjelang
Hari-hari hidup di jalanan
Jalanan kota Semarang.
Wanita
Dari ujung rambut mengalirkan swarga hingga ujung kaki
Semua tak akan kau sadari
Jangan pertontonkan keindahanmu padaku
Seperti sebuah tontonan murahan di jalanan
Sebab keindahanmu wanita telalu berharga
Berjalanlah dengan keindahanmu
Jangan umbar seturut hasrat para penikmat
Meliukkan tubuh selaras dentuman musik
Dan kehilangan harga diri di tengah panik
Berjalanlah layaknya seorang wanita
Dengan sejuta keindahannya yang berharga
Tetap Tegar
Kehilangan arah dan mengeluh
Hanya karna setiap mata memandangmu rapuh
Hanya karna setiap mulut menganggapmu ternoda
Jangan kehilangan dirimu
Tetap tegar dan yakin melangkah
Usah peduli pada setiap kata yang melemahkanmu
Abaikan mata yang memandangmu hina
Hanya kamu yang tahu
Hanya Dia yang Maha Tahu
Mereka tak akan pernah tahu!
Melangkahlah
Mungkin bukan takdirmu di sisiku
Keheningan malam dan ribuan bintang
Biar menjadi penawar rasa cintaku padamu
Melangkahlah jauh ke depan
Dimana engkau kan menemukan teman
Yang menyayangimu lebih dariku
Yang mengerti seluruh egomu lebih dariku
Melangkahlah jauh ke depan
Usah hiraukan seluruh rasa sayangku
Dan biarkan kunanti kabarmu dari sana
Dengan sekuncup senyuman di tiap kisahmu
Khianat
Sebab darimu semua berawal kesusahan
Martabat yang berharga kau obral demi dirimu
Lupa nyiur akan akarnya
Berpalinglah sebab rasanya nyeri melihat senyummu
Senyum anjing penjilat yang jalannya penuh sesat
Berpalinglah sebelum riwayatmu kubuat TAMAT
You Does ...
Kusebut kau seperti seorang bajingan
Dengan khianat berbalas laknat
Nanti bila kau mengerti tentang arti terima kasih
Sobat
Dalam tiap langkah di belakang ada kita
Dengan satu garis suka dan duka
Sobat terima kasih untuk setia
Melangkah lebih jauh menuju impian kita
Sebuah rumah tanpa pagar dan batas
Sebuah istana tempat cinta dan kepercayaan bertahta
Sebuah nusantara indah disana ...
INDONESIA!!
23 Y O
Aku kini beranjak dari satu masa menuju masa yang lain. Namun seakan tak ada yang berubah, kecuali kegelisahanku yang makin membuncah. Adakah yang salah??
Seperti tarian padang sunyi aku menanti saatnya mentari berganti bintang dan rembulan yang benderang. Berharap ada bayu senja yang damai menyentuh biduk kecil ini menepi di satu dermaga. Tempat aku bermenung dan berdoa. Meminta satu tanda baik untuk masa baru yang tengah kujalani.
Aku bermenung dan berdoa ...
Hingga aku lupa bahwa aku ada untuk impian yang ada di depan mata. Aku terpekur dari keheningan itu dan menatap rembulan yang menyapa. Dari balik cakrawala aku mendengar sapa yang menyentuh relung kesadaranku. Kesadaran bahwa aku hanya tengah bingung dan berlari meninggal tepian pantai. Tempat kemarin sore, dimana aku biasanya berbincang dan tertawa bahagia sebagai diriku, bersama DIA.
Keep Believe In Yours 2 3 Y O
Kebijaksanaan
Bahkan ribuan kilometer yang sudah kita tempuh diberi arti
Setiap rasa sakit mengubah kita menjadi lebih hati-hati
Tiap rasa suka mengajarkan kita untuk berbagi
Apalagi yang lebih patut kita syukuri dalam hidup ini
Dalam pengalaman yang begitu luar biasa dan kurun waktu
Yang datang dan pergi tanpa sesaatpun kita menyadari
Kebijasanaan yang kita raih dari pengalaman begitu manis dicecap
Rasanya bahkan mengabaikan banyak sisi dari ruang kita yang gelap
Tidak mengurangi kehormatan manusiawi untuk memuji
Dan bersyukur padaNYA atas semua yang kita jalani
Kita Sahabat
Dalam setiap langkah yang terbuang
Pada tiap titik harapan yang masih tersisa
Kita adalah sahabat sampai usia berkalang tanah
Pada tiap kenangan yang coba kita simpan
Di persimpangan jalan kita saling mengingatkan
Kita adalah sahabat yang tak akan terpisahkan
Kendati emosi sering menyakitkan hati
Walau tiap-tiap kejengkelan menggelayuti pikiran
Kita adalah sahabat
Maka usah gundah kala sendiri
Carilah dan temui sahabat!