Tangan kanan menengadah berharap
Tatap mata sayu tampak dirundung kabut
Lepas senja urung juga ia beranjak dari sana
Tetap memandang tegar pada barisan besi bergerak
Mengharap ada manusia disana
Menyapa kesunyiannya dan memberi derma
Lelaki bertubuh ceking itu terduduk pasrah
Tangan kanannya terluka parah
Sekujur tubuhnya terbalut dan melemah
Semakin lemah saat keluarganya punah
Sakit yang menggerogoti memaksanya turun ke jalan
Menengadahkan tangan sambil mohon belas kasihan
Seraya berdoa agar kematian datang
Membawa harapan dan menyingkirkan hidup
Hidup yang menajdi beban di tubuh tuanya
Doanya adalah kematian yang menghidupkan
Hidupnya adalah penderitaan yang mematikan
(sebuah realita di balik jalanan)
No comments:
Post a Comment