Friday, 7 December 2007

PENDOA JALANAN

Lelaki bertubuh ceking itu terduduk lemah

Tangan kanan menengadah berharap

Tatap mata sayu tampak dirundung kabut

Lepas senja urung juga ia beranjak dari sana

Tetap memandang tegar pada barisan besi bergerak

Mengharap ada manusia disana

Menyapa kesunyiannya dan memberi derma

Lelaki bertubuh ceking itu terduduk pasrah

Tangan kanannya terluka parah

Sekujur tubuhnya terbalut dan melemah

Semakin lemah saat keluarganya punah

Sakit yang menggerogoti memaksanya turun ke jalan

Menengadahkan tangan sambil mohon belas kasihan

Seraya berdoa agar kematian datang

Membawa harapan dan menyingkirkan hidup

Hidup yang menajdi beban di tubuh tuanya

Doanya adalah kematian yang menghidupkan

Hidupnya adalah penderitaan yang mematikan

(sebuah realita di balik jalanan)

No comments: