Thursday, 17 December 2009

Wanita di Gerbang Kota

Lalu ia berdiri dengan tegar di gerbang
Tatapannya jauh menerawang seluruh isi kota
Miris dan senyap jiwanya mengenang hina
Pada tembok-tembok yang menyimpan luka


Wanita dengan segudang pesona
Melangkah dari pintu ke pintu
Penduduk kota tua sedang terjaga
Tiada pula menyadari arum gemulainya

Malam itu wanita berparas rembulan itu
Membawa pijar pelita di tangan kirinya
Senandungnya membangunkan seisi kota
Mempesonakan para tua-tua pinisepuh
Membutakan mata kawula muda yang terpana

Wanita itu sekali lagi berlalu
Berdiri di gerbang kota tua
Meninggalkan pesona yang membangkitkan kota

No comments: