
Lelap kau lelap dalam malam yang gemerlap
Perut lapar dan peluh menjadi hangat yang mendekap
Buai malam di hiruk pikuk Jakarta menyambutmu kawan
Tanah yang terjual hilang di kampung halaman lupakan
Hirup udara surga dan neraka di tengah pengapnya kota
Buai malam di hiruk pikuk Jakarta menyambutmu kawan
Tanah yang terjual hilang di kampung halaman lupakan
Hirup udara surga dan neraka di tengah pengapnya kota
Biarlah rasa lapar ingatkanmu dalam mimpi
Bahwa pergolakan sudah saatnya lahirkan REVOLUSI!
No comments:
Post a Comment